Di halaman ini
Pertanyaan untuk latihan
Tell me about a model you put into production.
Ceritakan tentang satu model yang pernah kamu jalankan di produksi.
Kenapa mereka bertanyaDia ingin melihat bahwa kamu bisa membawa model dari ide sampai dipakai setiap hari.
Pilih satu model nyata yang punya pengguna. Sebutkan masalah yang diselesaikan, siapa penggunanya, dan seberapa sering dipakai. Singkat saja. Hanya contoh: "I built a model that finds late deliveries. The support team used it every day."
What part did you build yourself?
Bagian mana yang kamu kerjakan sendiri?
Kenapa mereka bertanyaProyek tim itu biasa. Dia ingin tahu pekerjaanmu sendiri, bukan hanya pekerjaan tim.
Pakai "I" untuk bagianmu dan "we" untuk tim. Sebutkan satu atau dua hal yang jelas, misalnya fitur, pelatihan, atau deployment. Jangan hanya menyebut daftar alat. Katakan apa yang kamu lakukan dengan alat itu.
How did you know the model worked?
Bagaimana kamu tahu model itu berhasil?
Kenapa mereka bertanyaDia mencari engineer yang mengukur hasil dengan jujur, bukan yang menebak.
Sebutkan satu metrik, misalnya precision atau recall. Beri angka atau perubahannya. Lalu tambahkan satu hasil untuk pengguna atau bisnis. Hanya contoh: "Calls about late orders went down by a fifth."
Why did you choose that metric?
Kenapa kamu memilih metrik itu?
Kenapa mereka bertanyaMetrik yang tepat bergantung pada masalahnya. Dia ingin memastikan kamu paham hal ini.
Hubungkan metrik dengan biaya dari kesalahan. Misalnya: "False alarms wasted the support team's time, so precision mattered most." Cukup dua atau tiga kalimat.
Tell me about a trade-off you made.
Ceritakan tentang satu trade-off yang pernah kamu ambil.
Kenapa mereka bertanyaPekerjaan nyata punya batasan. Dia ingin melihat caramu memilih di antara dua opsi yang sama-sama baik.
Sebutkan dua opsinya, mana yang kamu pilih, dan alasannya. Kecepatan dan akurasi adalah contoh yang bagus. Misalnya: "A bigger model was a little more accurate, but too slow, so we kept the smaller one."
How would you explain that to a product manager?
Bagaimana kamu menjelaskan hal itu kepada seorang product manager?
Kenapa mereka bertanyaPewawancara sering menjelaskan hasil kepada orang non-teknis. Kamu juga akan perlu melakukannya.
Tinggalkan istilah teknis. Bicaralah soal pengguna, waktu, dan uang. Pakai perumpamaan sederhana jika membantu. Mulai dari inti utamanya, lalu beri detail hanya jika dia bertanya.
What went wrong after the model was live?
Apa yang tidak berjalan baik setelah model itu aktif?
Kenapa mereka bertanyaModel bisa berubah saat dipakai di dunia nyata. Dia ingin melihat caramu menyadari dan memperbaiki masalah.
Beri satu contoh yang jujur, misalnya data yang berubah dari waktu ke waktu atau respons yang lambat. Katakan bagaimana kamu menemukannya, apa yang kamu lakukan, dan apa yang kamu pelajari. Tetap tenang dan faktual. Jangan menyalahkan orang lain.
How did you monitor the model in production?
Bagaimana kamu memantau model itu di produksi?
Kenapa mereka bertanyaMenjalankan model dengan baik berarti mengawasinya setelah peluncuran, bukan hanya sebelumnya.
Jelaskan apa yang kamu periksa dan seberapa sering, misalnya akurasi, kecepatan, atau data masukan. Katakan apa yang terjadi saat ada angka yang tampak janggal. Satu rutinitas yang jelas sudah cukup.
If you had more time, what would you improve?
Kalau kamu punya lebih banyak waktu, apa yang akan kamu perbaiki?
Kenapa mereka bertanyaPertanyaan ini menunjukkan bahwa kamu menilai pekerjaanmu sendiri dengan kritis.
Sebutkan satu perbaikan nyata dan kenapa itu penting bagi pengguna. Jujur tapi tetap positif. Misalnya: "I would add better alerts, so we could find data problems faster."
Do you have any questions for me?
Apakah kamu punya pertanyaan untukku?
Kenapa mereka bertanyaPertanyaan yang baik menunjukkan minatmu pada tim dan pekerjaan sehari-harinya.
Siapkan dua pertanyaan. Tanyakan bagaimana tim mengukur keberhasilan, bagaimana model ditinjau, atau siapa penggunanya. Dengarkan jawabannya dan ucapkan terima kasih.
Let me explain it simply first, then I can add detail.
Biar aku jelaskan dengan sederhana dulu, lalu aku bisa menambah detailnya.

Clara
Pelatih AI

Leo
Pelatih AI
Kalimat yang bisa dicoba
Let me explain it simply first, then I can add detail.
Biar aku jelaskan dengan sederhana dulu, lalu aku bisa menambah detailnya.
The part I did myself was …
Bagian yang aku kerjakan sendiri adalah …
We chose speed over a small gain in accuracy, because users needed fast answers.
Kami memilih kecepatan daripada sedikit tambahan akurasi, karena pengguna butuh jawaban yang cepat.
We measured it with … and the result was …
Kami mengukurnya dengan … dan hasilnya adalah …
For the users, this meant …
Bagi pengguna, ini berarti …
In plain words, the model helps the team to …
Dengan kata sederhana, model ini membantu tim untuk …
Pertanyaan umum
Bagaimana kalau model terbaikku hanya dari kursus atau proyek demo?
Pewawancara ingin mendengar tentang model yang punya pengguna nyata. Coba ingat pekerjaan apa pun, bahkan yang kecil dan dipakai satu tim saja. Kalau memang tidak ada, jujur saja. Jelaskan proyek demo dengan jelas, katakan bahwa itu belum di produksi, lalu ceritakan apa yang akan kamu lakukan agar model itu bisa dipakai pengguna nyata.
Haruskah aku memakai banyak istilah teknis supaya terlihat ahli?
Tidak perlu. Pewawancara untuk peran ini menghargai kata-kata yang jelas dan sederhana. Mulai dengan sederhana, lalu tambahkan detail jika dia bertanya. Terlalu banyak istilah bisa terkesan menyembunyikan inti jawabanmu. Kemampuan menjelaskan pekerjaanmu kepada orang non-teknis adalah kekuatan di sini.
Bagaimana kalau aku lupa angka yang tepat?
Beri perkiraan yang jujur dan katakan bahwa itu perkiraan. Misalnya: "Calls went down by about a fifth." Jangan mengarang angka yang pasti. Tidak apa-apa mengatakan: "I don't remember the exact number, but the trend was clear."