Di halaman ini
01

Pilih orang yang tepat

Pilih orang yang kamu kenal baik. Lebih mudah menceritakan orang nyata dengan kisah nyata. Kamu tidak perlu memilih orang terkenal atau istimewa. Tetangga yang baik hati atau teman sekelas lama sudah cukup. Pikirkan satu atau dua alasan yang jelas kenapa orang ini penting bagimu. Kalau kamu merasa terlalu emosional tentang seseorang, pilih orang lain. Penguji biasanya memperhatikan bahasa Inggrismu, bukan siapa yang kamu pilih. Luangkan waktu sebentar untuk memutuskan, lalu tetap pada pilihanmu.

I'd like to talk about my grandmother.

Aku ingin bercerita tentang nenekku.

The person I want to describe is an old friend from school.

Orang yang ingin kuceritakan adalah teman lama dari sekolah.

I chose her because she really changed my life.

Aku memilih dia karena dia benar-benar mengubah hidupku.

02

Pakai rencana sederhana

Urutan yang jelas membantumu terus berbicara. Coba rencana ini: siapa orangnya, bagaimana kamu mengenalnya, seperti apa dia, dan kenapa dia penting bagimu. Kalau kamu diberi waktu untuk mencatat, tulis beberapa kata kunci saja untuk tiap bagian, bukan kalimat penuh. Kata kunci membantumu mengingat ide tanpa membaca keras-keras. Setelah satu bagian selesai, lanjut ke bagian berikutnya. Dengan begitu, kamu tidak kehabisan bahan terlalu cepat.

First, let me tell you how we met.

Pertama, biar kuceritakan bagaimana kami bertemu.

Now I'll say a little about what he is like.

Sekarang aku akan bercerita sedikit tentang seperti apa dia.

Finally, I want to explain why he is so important to me.

Terakhir, aku ingin menjelaskan kenapa dia sangat penting bagiku.

03

Gambarkan sifat dan penampilannya

Pakai kata sifat yang jelas. Untuk sifat, coba kata seperti patient, generous, funny, honest, atau hard-working. Lalu beri contoh kecil sebagai bukti. Mengatakan "dia sabar" sudah bagus. Mengatakan "dia membantuku mengerjakan PR setiap malam" lebih bagus lagi. Kamu juga boleh menggambarkan penampilannya, tapi singkat dan sopan saja. Sifat dan tindakan biasanya lebih menarik daripada penampilan. Usahakan tidak mengulang kata yang sama berkali-kali. Pelajari dua atau tiga kata sifat baru sebelum berlatih.

He's one of the most patient people I know.

Dia salah satu orang paling sabar yang kukenal.

For example, she always listened when I had a problem.

Misalnya, dia selalu mendengarkan saat aku punya masalah.

He has a warm smile and a very calm voice.

Dia punya senyum yang hangat dan suara yang sangat tenang.

04

Ceritakan kisah singkat

Kisah singkat membuat ceritamu lebih hidup. Ingat satu momen yang pernah kamu alami bersama orang ini. Di mana kamu waktu itu? Apa yang terjadi? Bagaimana perasaanmu? Pakai bentuk lampau untuk menceritakannya. Buat kisahnya sederhana, dengan awal, tengah, dan akhir. Satu kenangan yang baik biasanya sudah cukup. Kisah juga membantumu berbicara lebih lama tanpa tegang, karena kamu hanya mengingat. Hubungkan kisah itu kembali ke alasan kenapa orang ini penting bagimu.

I remember one day when we were walking home together.

Aku ingat suatu hari saat kami berjalan pulang bersama.

At first I was nervous, but then she said something that helped me.

Awalnya aku gugup, tapi lalu dia mengatakan sesuatu yang membantuku.

Since that day, I've always trusted him.

Sejak hari itu, aku selalu memercayainya.

05

Kalau kamu kehabisan kata

Semua orang pernah berhenti sejenak. Itu wajar. Kalau lupa satu kata, jelaskan dengan kata lain. Kalau kehilangan ide, lihat catatanmu atau kembali ke rencanamu. Kamu bisa memakai frasa pendek untuk memberi dirimu waktu berpikir. Jaga suaramu tetap tenang dan terus berbicara. Kalau penguji menghentikanmu, biasanya itu hanya karena waktunya habis. Tersenyumlah, selesaikan kalimatmu, lalu dengarkan pertanyaan berikutnya.

Let me think for a moment.

Biar aku berpikir sebentar.

I'm not sure of the exact word, but it's like a kind of teacher.

Aku tidak yakin kata yang tepat, tapi dia seperti semacam guru.

What I mean is, she always believed in me.

Maksudku, dia selalu percaya padaku.

Pertanyaan umum

Bolehkah aku bercerita tentang orang yang sudah meninggal?

Boleh. Banyak orang bercerita tentang orang tua atau kakek-nenek yang sudah tiada. Pakai bentuk lampau, seperti "she was" dan "she taught me". Kalau terasa terlalu emosional, tidak apa-apa memilih orang lain.

Bagaimana kalau aku tidak terpikir siapa pun yang penting?

Pilih orang biasa, seperti rekan kerja yang suka membantu atau pemilik toko yang ramah. Orangnya tidak perlu istimewa. Yang penting, kamu bisa menggambarkannya dan memberi alasan yang jelas atau kisah kecil.

Haruskah aku menghafal seluruh jawabanku?

Biasanya sebaiknya tidak. Jawaban hafalan bisa terdengar kaku, dan pertanyaannya mungkin sedikit berbeda. Lebih baik latih rencana dan frasa kuncimu. Dengan begitu, kamu bisa berbicara lebih alami tentang siapa saja.