Di halaman ini
Sebelum wawancara
Biasanya manajer atau perekrut menelepon atau mengirim email lebih dulu. Mereka mungkin menanyakan beberapa hal singkat untuk melihat apakah kamu cocok. Lalu kamu diundang wawancara. Bisa langsung bertemu, lewat video, atau lewat telepon. Baca lagi iklan lowongannya dan pikirkan kenapa kamu ingin pekerjaan ini. Siapkan dua atau tiga cerita singkat tentang pekerjaanmu dulu. Kalau kamu belum yakin soal waktu atau tempat, tidak apa-apa bertanya. Biasanya orang senang kalau kamu memastikan detail dengan sopan.
Thank you for getting in touch. I'd love to come in for an interview.
Terima kasih sudah menghubungi saya. Saya senang sekali bisa datang untuk wawancara.
Could you please confirm the time and the address?
Bisakah Anda memastikan waktu dan alamatnya?
Is there anything I should bring with me?
Apakah ada yang perlu saya bawa?
Menyapa dan berbasa-basi
Banyak wawancara dimulai dengan obrolan ringan. Pewawancara mungkin bertanya bagaimana harimu atau apakah kamu mudah menemukan tempatnya. Ini hal biasa dan ramah. Kamu tidak perlu menjawab panjang. Tersenyumlah, jawab singkat, dan bersikap santai. Di Selandia Baru, orang sering memakai nama depan, bahkan dengan manajer. Kalau dia bilang "Call me Sam", kamu boleh memanggilnya dengan nama depan. Jabat tangan yang ringan itu umum, tapi ikuti saja dia. Obrolan ringan membantu semua orang merasa nyaman sebelum pertanyaan inti dimulai.
Hi, I'm Lina. Nice to meet you.
Hai, saya Lina. Senang bertemu denganmu.
Yes, I found it easily, thanks. How are you?
Ya, saya menemukannya dengan mudah, terima kasih. Apa kabar?
Thanks for having me today.
Terima kasih sudah menerima saya hari ini.
Pertanyaan umum dan cara menjawabnya
Pewawancara sering membuka dengan "Tell me about yourself." Jawab singkat saja: latar belakang kerjamu, keahlianmu, dan alasan kamu ingin pekerjaan ini. Banyak pertanyaan meminta contoh, seperti "Tell me about a time you solved a problem." Cara menjawab yang mudah: ceritakan situasinya, apa yang kamu lakukan, dan apa yang terjadi setelahnya. Jujur dan rendah hati, tapi jangan sembunyikan kelebihanmu. Orang Selandia Baru sering menghargai kerja sama tim, sikap positif, dan orang yang mudah diajak bekerja. Kamu boleh berhenti sejenak dan berpikir sebelum menjawab.
In my last job, I was responsible for helping customers every day.
Di pekerjaan terakhir, saya bertanggung jawab membantu pelanggan setiap hari.
Let me think about that for a moment.
Izinkan saya berpikir sebentar.
One example is when our team had a very busy week, and I...
Salah satu contohnya saat tim kami sangat sibuk dalam satu minggu, dan saya...
Membahas pengalaman dari luar negeri
Pengalamanmu dari negara lain itu berharga. Jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Pakai nama jabatan yang sederhana, dan sebutkan apa yang benar-benar kamu kerjakan setiap hari. Beberapa pewawancara mungkin tidak mengenal perusahaan atau sistem di negaramu, jadi beri sedikit konteks. Kamu juga bisa menunjukkan bahwa kamu siap belajar cara kerja di sini. Kalau bahasa Inggrismu masih berkembang, tidak apa-apa. Bicaralah pelan dan jelas. Kalau kamu tidak paham pertanyaannya, minta dia mengulang. Itu tanda percaya diri, bukan kelemahan.
Back home, I worked for five years in a similar role.
Di negara saya, saya bekerja lima tahun di posisi yang mirip.
My main tasks were planning, checking quality, and training new staff.
Tugas utama saya adalah merencanakan, memeriksa kualitas, dan melatih staf baru.
Sorry, could you say that again, please?
Maaf, bisakah Anda mengatakannya sekali lagi?
Pertanyaanmu dan cara berpamitan
Menjelang akhir, pewawancara biasanya bertanya, "Do you have any questions for us?" Sebaiknya ajukan satu atau dua pertanyaan. Kamu bisa bertanya tentang tim, hari kerja yang biasa, atau langkah selanjutnya. Ini menunjukkan kamu tertarik. Lalu ucapkan terima kasih atas waktunya. Setelah wawancara, banyak orang mengirim email terima kasih yang singkat. Kamu mungkin mendapat kabar dalam beberapa hari, atau bisa lebih lama. Kalau belum ada kabar, pesan tindak lanjut yang sopan biasanya tidak masalah.
What does a typical day look like in this role?
Seperti apa hari kerja yang biasa di posisi ini?
What are the next steps after today?
Apa langkah selanjutnya setelah hari ini?
Thank you so much for your time. I really enjoyed talking with you.
Terima kasih banyak atas waktunya. Saya sangat senang berbicara dengan Anda.
Pertanyaan umum
Apa yang sebaiknya kupakai ke wawancara kerja di Selandia Baru?
Itu tergantung pekerjaannya. Untuk pekerjaan kantor, orang sering memakai pakaian rapi dan semiformal. Untuk pekerjaan teknis atau lapangan, pakaian bersih dan rapi biasanya cukup. Kalau kamu ragu, kamu boleh bertanya dengan sopan bagaimana gaya berpakaian di tempat kerja itu.
Tidak apa-apa kalau aku tidak paham pertanyaannya?
Tidak apa-apa sama sekali. Banyak orang meminta pewawancara mengulang atau menjelaskan pertanyaan. Kamu bisa bilang, "Sorry, could you say that another way?" Pewawancara biasanya menghargainya, karena mereka ingin mendengar jawabanmu yang sebenarnya.
Perlu banyak bercerita tentang diri sendiri, atau tetap rendah hati?
Cari keseimbangan. Di Selandia Baru, orang sering suka gaya yang ramah dan rendah hati. Tapi kamu tetap perlu menyampaikan keahlianmu dengan jelas. Pakai contoh nyata dari pekerjaanmu. Dengan begitu kekuatanmu terlihat tanpa terdengar menyombongkan diri.