Di halaman ini
Kenapa setuju dan tidak setuju dengan sopan itu penting
Dalam diskusi, pendengar biasanya ingin tahu idemu, bukan hanya "ya" atau "tidak". Dia ingin tahu alasanmu. Tidak apa-apa kalau kamu berbeda pendapat. Pendapat yang berbeda bukan masalah kalau kamu mengatakannya dengan baik. Frasa yang lembut membuatmu terdengar santai dan alami. Frasa itu juga memberimu beberapa detik untuk berpikir. Coba setuju atau tidak setuju, lalu beri satu alasan, lalu satu contoh. Pola sederhana ini membuat jawabanmu jelas dan menunjukkan bahwa kamu bisa menjelaskan pikiranmu.
That's an interesting question. Let me think for a moment.
Itu pertanyaan yang menarik. Biar aku berpikir sebentar.
I'd like to explain why I think that.
Aku ingin menjelaskan kenapa aku berpikir begitu.
For example, in my own life…
Misalnya, dalam hidupku sendiri…
Setuju dengan cara yang alami
Saat setuju, usahakan tidak hanya berkata "Yes, I agree." Tambahkan sesuatu untuk menunjukkan bahwa kamu menyimak. Kamu bisa mengulang sebagian ide, lalu menambahkan alasanmu sendiri. Kamu juga bisa setuju sepenuhnya atau hanya sedikit. Kalau kamu setuju sebagian, itu juga tidak apa-apa. Mengatakan "I agree, and also…" membantumu terus bicara dan melanjutkan ide orang lain. Percakapan pun terasa seperti kerja sama yang nyata.
I completely agree with you. I also think…
Aku sangat setuju denganmu. Aku juga berpikir…
Yes, that's a good point, because…
Ya, itu poin yang bagus, karena…
I agree, and I'd like to add something.
Aku setuju, dan aku ingin menambahkan sesuatu.
Tidak setuju dengan ramah
Tidak setuju dengan sopan terutama soal kata-kata yang lembut. Mulailah dengan menghargai ide lawan bicara. Lalu sampaikan pendapatmu. Kata seperti "maybe", "I'm not sure", dan "I see it a bit differently" sangat membantu. Hindari kata pendek yang tegas seperti "No, that's wrong." Kata itu bisa terdengar kasar, walau kamu tidak bermaksud begitu. Setelah tidak setuju, selalu beri alasan. Alasan membuat jawabanmu lebih kuat dan lebih ramah.
I see what you mean, but I think…
Aku mengerti maksudmu, tapi menurutku…
I'm not sure I agree. In my opinion…
Aku kurang yakin setuju. Menurut pendapatku…
That's true in some ways, but I see it a bit differently.
Itu benar dalam beberapa hal, tapi aku melihatnya sedikit berbeda.
Setuju sebagian: jalan tengah
Banyak topik tidak sederhana. Sering kali jawaban terbaik adalah "ya dan tidak". Kamu bisa setuju dengan satu bagian dan tidak setuju dengan bagian lain. Ini menunjukkan bahwa kamu berpikir dengan hati-hati. Kamu bisa membahas orang atau situasi yang berbeda. Misalnya, sesuatu bisa bagus untuk anak muda tapi sulit untuk orang yang lebih tua. Atau bagus di kota tapi tidak di kota kecil. Frasa seperti "on the one hand" membantumu menyusun ide-ide ini dengan jelas.
I agree up to a point, but…
Aku setuju sampai batas tertentu, tapi…
On the one hand… On the other hand…
Di satu sisi… Di sisi lain…
It depends. For some people it's good, but for others…
Tergantung. Bagi sebagian orang itu baik, tapi bagi yang lain…
Menjaga diskusi tetap berjalan
Dalam tes dengan lawan bicara, ada baiknya berbagi waktu bicara. Setelah menyampaikan pendapat, kamu bisa mengajak dia berbicara. Ajukan pertanyaan singkat. Dengarkan jawabannya dan tanggapi. Kalau kamu tidak mengerti, tidak apa-apa meminta dia mengulang. Kalau kamu lupa idemu, kamu bisa berhenti sebentar dan mulai lagi dengan tenang. Bergantian bicara seperti ini sering terasa lebih alami daripada berpidato panjang sendirian.
What do you think about that?
Menurutmu bagaimana tentang hal itu?
Sorry, could you say that again, please?
Maaf, bisa tolong ulangi lagi?
Let me put that another way.
Biar aku sampaikan dengan cara lain.
Pertanyaan umum
Boleh tidak setuju dengan penguji atau lawan bicaraku?
Ya, biasanya boleh. Banyak diskusi membahas pendapat, jadi perbedaan itu wajar. Yang penting, tetap sopan dan beri alasan. Frasa lembut seperti "I see what you mean, but…" sangat membantu.
Bagaimana kalau aku tidak punya pendapat tentang topiknya?
Kamu bisa mengatakannya dan tetap bicara. Coba: "I haven't thought about this much, but maybe…" Lalu pikirkan orang yang kamu kenal atau negaramu, dan beri contoh sederhana. Ide kecil yang dijelaskan dengan baik sering sudah cukup.
Haruskah aku menghafal frasa yang panjang dan rumit?
Frasa sederhana yang mudah kamu ucapkan biasanya lebih baik. Pilih tiga atau empat yang kamu suka, lalu ucapkan keras-keras sampai terasa alami. Setelah itu kamu bisa fokus pada idemu, bukan pada mengingat kata.