Di halaman ini
Apa yang biasanya terjadi
Penguji biasanya memberimu kartu, kertas, dan pensil. Kartu itu berisi satu topik, misalnya tempat yang kamu suka atau orang yang pernah membantumu. Ada juga beberapa pertanyaan kecil sebagai panduan. Kamu biasanya punya waktu singkat untuk membuat catatan. Lalu penguji memintamu mulai. Dia sering tidak menyela. Saat waktu habis, dia mungkin menghentikanmu, bahkan di tengah kalimat. Ini hal biasa dan bukan berarti kamu salah. Setelah itu, dia mungkin mengajukan satu atau dua pertanyaan singkat.
Can I make some notes first?
Boleh aku membuat catatan dulu?
Sorry, could you repeat the instructions, please?
Maaf, bisakah kamu mengulang petunjuknya?
Shall I start now?
Apakah aku boleh mulai sekarang?
Pakai waktu bersiap dengan baik
Jangan tulis kalimat lengkap. Waktunya tidak cukup. Tulis beberapa kata kunci untuk setiap poin di kartu. Pakai poin-poin itu sebagai petamu, dari atas ke bawah. Tambahkan satu detail kecil atau contoh untuk tiap poin, seperti nama, bau, atau perasaan. Detail ini membuat ceritamu lebih panjang dan menarik. Pikirkan juga penutup yang sederhana, misalnya alasan topik itu penting bagimu. Taruh catatanmu di tempat yang mudah terlihat. Melirik sebentar saat bicara itu boleh.
First, I'll talk about where it is.
Pertama, aku akan bicara tentang di mana tempatnya.
Then I'll explain why I like it.
Lalu aku akan menjelaskan kenapa aku suka tempat itu.
Finally, I'll say how it makes me feel.
Terakhir, aku akan bilang bagaimana perasaanku tentangnya.
Mulai dengan jelas dan percaya diri
Awal yang baik membantumu rileks. Sebutkan topiknya dengan kata-katamu sendiri. Ini memberimu waktu untuk menarik napas dan menunjukkan kepada pendengar apa yang akan kamu bahas. Kamu tidak perlu kalimat pembuka yang hebat. Sederhana dan jelas sudah cukup. Bicaralah sedikit lebih pelan dari biasanya. Sesekali angkat pandanganmu dari catatan. Tersenyumlah kalau terasa wajar. Kalau kamu gugup, tidak apa-apa. Kebanyakan orang begitu. Tarik napas sekali, lalu mulai dari catatan pertamamu.
I'd like to talk about a trip I took a few years ago.
Aku ingin bercerita tentang perjalanan yang kulakukan beberapa tahun lalu.
The person I'm going to describe is my old neighbour.
Orang yang akan kuceritakan adalah tetangga lamaku.
I've chosen to talk about an object that means a lot to me.
Aku memilih bicara tentang sebuah benda yang sangat berarti bagiku.
Terus bicara: sambungkan dan tambah detail
Dua menit bisa terasa lama. Kata penghubung membantumu pindah dari satu poin ke poin berikutnya. Beri contoh dan cerita kecil. Bicarakan perasaan, bukan hanya fakta. Kalau poinmu selesai lebih cepat, kembali dan tambahkan detail. Kamu bisa menceritakan apa yang kamu lihat, dengar, atau pelajari. Kamu juga bisa membandingkan dulu dan sekarang. Kalau lupa satu kata, jelaskan dengan kata lain. Jangan berhenti dan diam. Jaga agar ceritamu terus mengalir, meski dengan bahasa Inggris yang sederhana.
Another thing I remember is the noise of the market.
Satu hal lagi yang kuingat adalah keramaian pasar.
For example, she always helped me with my forms.
Misalnya, dia selalu membantuku mengisi formulir.
I don't know the exact word, but it's a kind of small cake.
Aku tidak tahu kata yang tepat, tapi itu sejenis kue kecil.
Perbaiki kesalahan dan akhiri dengan baik
Semua orang membuat kesalahan kecil saat berbicara. Kalau kamu menyadarinya, perbaiki dengan cepat lalu lanjutkan. Jangan minta maaf berkali-kali. Lebih baik terus berbicara. Saat sampai di poin terakhir, beri penutup singkat. Katakan kenapa topik ini istimewa bagimu, atau apa yang kamu pelajari. Kalau penguji menghentikanmu sebelum selesai, berhenti saja dengan sopan. Lalu dengarkan pertanyaan berikutnya dan jawab dalam satu atau dua kalimat.
Sorry, I mean last summer, not last winter.
Maaf, maksudku musim panas lalu, bukan musim dingin lalu.
So that's why this place is so special to me.
Jadi itulah kenapa tempat ini sangat istimewa bagiku.
Overall, it was one of the best days of my life.
Secara keseluruhan, itu salah satu hari terbaik dalam hidupku.
Pertanyaan umum
Bagaimana kalau aku kehabisan bahan bicara?
Kembali ke satu poin di kartu lalu tambahkan hal lain. Beri contoh, ceritakan perasaan, atau bandingkan dulu dan sekarang. Kamu juga bisa bilang, "Thinking about it more..." lalu lanjut. Jeda singkat itu wajar. Usahakan tidak berhenti total.
Apakah aku harus bercerita yang sebenarnya?
Banyak orang memakai pengalaman nyata karena lebih mudah diingat. Tapi kalau kamu tidak bisa memikirkannya, kamu boleh memakai contoh sederhana atau mengubah detail kecil. Yang penting, bicaralah dengan jelas dan terus berjalan.
Bolehkah aku melihat catatanku?
Biasanya boleh. Melirik sebentar untuk mengingat poin berikutnya itu wajar. Usahakan tidak membaca kalimat penuh. Angkat pandanganmu saat bicara, supaya ceritamu terdengar alami dan tenang.