Di halaman ini
01

Sebelum menelepon

Bersiaplah dulu. Siapkan CV-mu di depanmu. Catat judul atau nomor referensi iklan lowongan, kalau ada. Pikirkan hari dan jam kapan kamu bisa bekerja. Siapkan pulpen dan kertas untuk mencatat nama dan langkah berikutnya. Cari tempat yang tenang dengan sinyal telepon yang bagus. Merasa gugup itu wajar. Tarik napas pelan-pelan. Awal yang singkat dan jelas sudah cukup. Bahasa Inggris yang sederhana dan jelas tidak masalah. Agen bicara dengan banyak orang setiap hari.

Hi, my name is Ana. I'm calling about a job I saw on your website.

Halo, namaku Ana. Aku menelepon tentang pekerjaan yang kulihat di situs web kalian.

I'm looking for temp or casual work, and I'd like to register with your agency.

Aku mencari kerja sementara atau lepas, dan aku ingin mendaftar di agen kalian.

Is this a good time to talk?

Apakah sekarang waktu yang pas untuk bicara?

02

Menyebutkan pekerjaan yang kamu inginkan

Perekrut biasanya akan bertanya pekerjaan apa yang kamu cari. Beri satu atau dua jawaban yang jelas. Kamu bisa menyebut jenis pekerjaan, seperti gudang, kebersihan, perhotelan, atau kantor. Katakan apakah kamu mau pekerjaan jangka pendek, jangka panjang, atau keduanya. Kalau kamu terbuka untuk berbagai jenis pekerjaan, katakan juga. Ini membantu mereka mencocokkanmu dengan lowongan. Jawab dengan singkat dan sederhana. Berhenti sejenak dan biarkan mereka bertanya lagi.

I'm interested in warehouse or factory work.

Aku tertarik pada pekerjaan di gudang atau pabrik.

I'm happy to do short-term jobs to start with.

Aku senang mengambil pekerjaan jangka pendek untuk memulai.

I'm open to different types of work, as long as I can learn on the job.

Aku terbuka untuk berbagai jenis pekerjaan, asalkan aku bisa belajar sambil bekerja.

03

Bercerita tentang pengalaman dan waktu kerjamu

Perekrut biasanya bertanya tentang pekerjaanmu sebelumnya dan kapan kamu bisa mulai. Ceritakan pengalamanmu, meski itu dari negara lain. Katakan apa yang kamu kerjakan dan berapa lama, dengan kata-kata sederhana. Lalu bicarakan waktu yang kamu punya. Jujurlah soal hari, jam, dan area yang cocok untukmu. Kalau kamu tidak punya mobil, kamu bisa bilang bahwa kamu naik transportasi umum. Jawaban yang jelas membantu mereka menghubungimu lagi untuk pekerjaan yang tepat.

Back home, I worked in a hotel kitchen for a few years.

Di negara asalku, aku bekerja di dapur hotel selama beberapa tahun.

I'm available Monday to Friday, and some weekends.

Aku bisa bekerja Senin sampai Jumat, dan beberapa akhir pekan.

I don't drive, so I'd prefer jobs near public transport.

Aku tidak menyetir, jadi aku lebih suka pekerjaan yang dekat dengan transportasi umum.

04

Bertanya dan memastikan kamu paham

Kamu juga boleh bertanya. Wajar jika kamu menanyakan langkah berikutnya, atau dokumen apa yang mungkin mereka minta. Kalau perekrut bicara cepat atau memakai kata yang tidak kamu kenal, minta dia mengulang atau menjelaskannya dengan cara lain. Kebanyakan orang senang berbicara lebih pelan. Mengulang rincian penting juga kebiasaan yang baik. Itu menunjukkan kamu teliti dan membantumu menghindari kesalahan.

Sorry, could you say that a bit more slowly, please?

Maaf, bisakah kamu mengatakannya sedikit lebih pelan?

What are the next steps after this call?

Apa langkah berikutnya setelah telepon ini?

Just to check, you'll send me an email with the details?

Sekadar memastikan, kamu akan mengirimiku email berisi rinciannya?

05

Mengakhiri telepon dengan baik

Di akhir telepon, ucapkan terima kasih dan pastikan bagaimana mereka akan menghubungimu. Tanyakan namanya kalau kamu belum menangkapnya. Konfirmasi nomor telepon atau emailmu jika perlu. Setelah telepon, catat apa yang kalian sepakati, seperti waktu pertemuan atau formulir yang harus diisi. Kalau beberapa lama belum ada kabar, biasanya boleh menghubungi lagi dengan sopan lewat telepon atau email. Tetaplah ramah dan sabar.

Thanks so much for your time today.

Terima kasih banyak atas waktumu hari ini.

Sorry, could I get your name again, please?

Maaf, boleh aku tahu namamu sekali lagi?

Is it okay if I follow up next week?

Apakah boleh kalau aku menghubungi lagi minggu depan?

Pertanyaan umum

Bagaimana kalau aku tidak paham apa yang dikatakan perekrut?

Minta dia mengulang atau bicara lebih pelan. Kamu bisa bilang, "Sorry, could you say that again?" Kamu juga bisa meminta dia mengirim rinciannya lewat email. Ini permintaan yang wajar, dan banyak orang melakukannya.

Sebaiknya menelepon dulu atau mengirim CV dulu?

Itu tergantung agennya. Ada yang ingin kamu melamar lewat internet dulu. Ada juga yang senang mengobrol lewat telepon. Kalau kamu ragu, kamu bisa menelepon dan bertanya, "What's the best way to apply with you?"

Bagaimana kalau mereka bilang sedang tidak ada pekerjaan?

Ini sering terjadi dan bukan soal pribadi. Ucapkan terima kasih dan tanyakan apakah kamu boleh tetap berhubungan. Kamu bisa bilang, "Could you keep my details on file?" Lalu hubungi lagi dengan sopan nanti.