Di halaman ini
01

Sebelum menelepon

Bersiaplah dulu. Cari tempat yang tenang dengan sinyal telepon yang bagus. Buka CV-mu di depanmu. Catat pekerjaan yang kamu lihat, atau jenis pekerjaan yang kamu cari. Siapkan pulpen dan kertas untuk mencatat nama, tanggal, dan alamat email. Tulis juga satu kalimat singkat tentang dirimu, lalu bacakan keras-keras beberapa kali. Banyak agen sibuk di pagi hari, jadi menelepon agak siang atau sore bisa terasa lebih santai. Kalau tidak ada yang mengangkat, kamu bisa meninggalkan pesan singkat berisi nama dan nomormu.

Hi, my name is Ana. I'm calling about a job I saw on your website.

Halo, namaku Ana. Aku menelepon tentang pekerjaan yang kulihat di situs web kalian.

Is now a good time to talk for a few minutes?

Apakah sekarang waktu yang pas untuk bicara beberapa menit?

Could I please speak to someone about temp work?

Boleh aku bicara dengan seseorang tentang kerja sementara?

02

Menyampaikan alasan menelepon

Mulailah dengan namamu dan alasan meneleponmu. Singkat dan jelas saja. Kalau kamu melihat iklan lowongan, sebutkan nama posisinya. Kalau kamu mencari secara umum, sebutkan jenis pekerjaan yang kamu mau, misalnya gudang, kebersihan, kantor, atau perhotelan. Dia mungkin meminta kamu mengirim CV lebih dulu. Ini sangat umum. Tanyakan nama dan alamat emailnya. Catat, lalu bacakan kembali untuk memastikan. Di Selandia Baru, orang biasanya ramah dan santai di telepon, jadi nada yang sederhana dan sopan sudah cukup.

I'm looking for temporary or casual work in warehouse or factory jobs.

Aku mencari pekerjaan sementara atau lepas di bidang gudang atau pabrik.

Could I get your name, please?

Boleh aku tahu namamu?

Can you spell your email address for me, please?

Bisakah kamu mengeja alamat emailmu untukku?

03

Pertanyaan yang mungkin diajukan agen

Perekrut mungkin mengajukan beberapa pertanyaan singkat. Misalnya pekerjaan apa yang pernah kamu lakukan, kapan kamu bisa mulai, dan hari atau jam berapa kamu bisa bekerja. Dia mungkin bertanya di mana kamu tinggal dan bagaimana kamu pergi ke tempat kerja. Dia juga bisa bertanya soal hak kerjamu di Selandia Baru. Jawab dengan jujur dan sederhana. Kalau kamu tidak paham pertanyaannya, tidak apa-apa mengatakannya. Perekrut bicara dengan banyak orang setiap hari. Mereka terbiasa dengan berbagai aksen, dan kebanyakan akan dengan senang hati bicara lebih pelan.

I can start straight away, and I'm free Monday to Friday.

Aku bisa mulai segera, dan aku bisa dari Senin sampai Jumat.

I worked in a food factory for a few years before I came here.

Aku bekerja di pabrik makanan selama beberapa tahun sebelum datang ke sini.

Sorry, could you say that again a little more slowly?

Maaf, bisakah kamu mengatakannya lagi dengan sedikit lebih pelan?

04

Mengajukan pertanyaanmu sendiri

Telepon berjalan dua arah. Kamu juga boleh bertanya. Ini menunjukkan kamu tertarik dan membantumu memahami pekerjaannya. Kamu bisa bertanya tentang jenis pekerjaan, lokasi, jam kerja, dan langkah berikutnya. Kamu juga bisa bertanya bagaimana agen akan menghubungimu soal lowongan baru. Sebagian orang malu menanyakan gaji. Kamu bisa bertanya dengan sopan berapa gaji untuk posisi itu. Pilih dua atau tiga pertanyaan dan tulis sebelum menelepon.

What kind of work do you usually have available?

Biasanya pekerjaan apa yang tersedia di tempatmu?

Where is the job located, and what are the hours?

Di mana lokasi pekerjaannya, dan jam kerjanya bagaimana?

What is the next step after I send my CV?

Apa langkah berikutnya setelah aku mengirim CV?

05

Mengakhiri telepon dan menindaklanjuti

Di akhir telepon, pastikan apa yang terjadi selanjutnya. Mungkin kamu perlu mengirim CV, mengisi formulir, atau datang untuk pertemuan singkat. Ulangi hal-hal pentingnya agar kamu yakin sudah paham. Ucapkan terima kasih sambil menyebut namanya. Setelah telepon, kirim CV-mu segera, selagi dia masih ingat kamu. Di emailmu, tulis bahwa kalian sudah bicara lewat telepon hari ini. Kalau belum ada kabar setelah beberapa waktu, tidak apa-apa menelepon atau mengirim email lagi. Agen memang sibuk, dan tindak lanjut yang ramah itu hal biasa.

So I'll email my CV to you today. Is that right?

Jadi aku akan mengirim CV-ku lewat email hari ini. Benar begitu?

Thanks so much for your help, Sarah. Have a good day.

Terima kasih banyak atas bantuanmu, Sarah. Semoga harimu menyenangkan.

Hi, I'm just following up on my call last week about warehouse work.

Halo, aku hanya ingin menindaklanjuti teleponku minggu lalu tentang pekerjaan di gudang.

Pertanyaan umum

Bagaimana kalau aku tidak paham perekrutnya?

Tidak apa-apa. Minta dia mengulang atau bicara lebih pelan. Kamu bisa bilang, "Sorry, my English is still improving. Could you say that again?" Kebanyakan perekrut sabar. Kamu juga bisa meminta dia mengirim rinciannya lewat email, supaya bisa kamu baca nanti.

Sebaiknya menelepon atau langsung kirim CV?

Keduanya bisa. Banyak orang mengirim CV secara online lebih dulu, lalu menelepon untuk memperkenalkan diri. Telepon singkat membantu perekrut mengingat suara dan namamu. Kalau iklan lowongan meminta untuk tidak menelepon, ikuti itu dan lamar secara online saja.

Bagaimana kalau mereka bilang belum ada pekerjaan sekarang?

Ini sering terjadi dan bukan soal pribadi. Minta dengan sopan agar CV-mu disimpan dan kamu dihubungi kalau ada lowongan. Kamu bisa menghubungi lagi nanti. Banyak orang mendaftar di lebih dari satu agen.